Wednesday, March 6, 2013

cara perusahaan melakukan pemasaran


Cara BNP Paribas Kenalkan Investasi ke Masyarakat

PT BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP) meluncurkan BNPP IP Investment Academy demi mengedukasi masyarakat di Tanah Air mengenai segala sesuatu tentang investasi. Itu adalah program edukasi yang dibuat oleh fund manager asing ini demi membangun kesadaran para pemangku kepentingan industri akan reksa dana dan berinvestasi secara umum.
“BNPP IP Investment Academy adalah sebuah program edukasi global yang kami mulai sejak tahun 2010. Peluncuran program BNPP IP Investment Academy pada tahun ini di Indonesia menegaskan komitmen kami untuk pasar Indonesia dan kepercayaan kami akan potensi pertumbuhan pasar di Indonesia,” terang Stewart Edgar, CEO Asia Pasifik BNP Paribas Investment Partners Asia Limited, Senin (4/3/2013).
Vivian Secakusuma, Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP), menambahkan bahwa program edukasi ini adalah inisiatif terbaru perusahaan dalam membawa edukasi dan inovasi kepada para investor di Indonesia. “Program ini murni bersifat edukasi, dan ditargetkan kepada media, dana pensiun, dan para investor,” lanjut Vivian.

Vivian Secakusuma, Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP)
Ia menerangkan, program edukasi ini juga diadakan bagi para jurnalis. Edukasi yang diberikan berupa informasi terkait investasi dan reksa dana. Dia beralasan, jurnalis adalah duta yang memiliki peran penting dalam menyebarkan kesadaran akan investasi kepada masyarakat umum.
Perlu diketahui, BNPP IP telah beroperasi di Indonesia selama dua dasawarsa. Tahun 2012, total dana kelolaan dan advis perusahaan mencapai Rp 36,2 triliun, setara dengan pertambahan aset sebesar Rp 7,7 triliun. Perusahaan pun mempunyai 14 produk reksa dana yang tersebar hampir di semua kelas aset, yang masing-masing mempunyai strategi investasi yang berbeda. Sekarang ini, BNPP IP menempati peringkat kedua dalam pengelolaan aset reksa dana di Tanah Air. Pangsa pasarnya mencapai 15 persen pangsa pasar industri reksa dana. (EVA)

Tiga Srategi Jitu Bank Lambungkan KPR

Di negara yang bisnis propertinya sedang berkembang seperti Indonesia, siapa yang tak ingin punya rumah? Namun untuk pemilikan rumah, tak semua orang Indonesia mau memanfaatkan fasilitas kredit dari bank (KPR). Banyak juga yang lebih suka membayar tunai. Ini jadi tantangan buat bank yang mengandalkan KPR untuk menyalurkan dana ke masyarakat.
“Orang-orang yang memanfaatkan fasilitas KPR umumnya hanya ingin menghindari pajak,” kata Relantionship Managerr Mortgage Standard Chartered Bank, Rosalia Chika Artanti, di cabang Bandung. Ia menambahkan, masyarakat yang sebenarnya membutuhkan KPR justru menganggap bunga KPR tinggi dan prosesnya sukar. “Apalagi Standard Chartered merupakan bank asing yang terbilang baru dalam bisnis KPR,” katanya tentang bank yang menawarkan produk KPR mulai 2011 lalu itu.

Nasabah mengajukan permohonan KPR ke bank
Menghadapi keadaan seperti ini, bukan keterampilan penjualan staf bank yang perlu dipermasalahkan. Tantangan yang sesungguhnya datang dari pasar (market). Terutama bila bank melayani pengajuan KPR dari nasabah prioritas yang selalu ingin cepat dan sempurna.
Ada 3 solusi yang layak dilancarkan oleh bank. Pertama, menggandeng agen properti. Meski harus membayar fee pada agen yang diajak kerja sama, bank bisa memanfaatkan ini untuk mengubah pilihan pembeli properti dari tunai menjadi KPR. “Segenap tim perlu menjalin hubungan baik, termasuk dengan agen properti. Mereka membantu meningkatkan volume penjualan KPR,” terang manajer yang kerap disapa Chika ini. Hingga kini, Standard Chartered Bank telah menjalin kerja sama dengan ERA, Century 21, dan Ray White.
Kedua, basis data yang lengkap dan kuat mengenai nasabah. Data nasabah terdahulu (existing customer) perlu dipelihara supaya mereka bisa ditarik ke program take over. Artinya, nasabah yang sudah sempat menggunakan fasilitas KPR di bank lain dapat mengalihkan kreditnya ke Standard Chartered dengan bunga relatif lebih ringan. “Karena ini keuntungan untuk nasabah, jumlah peminat lumayan juga,” kata Chika yang optimis menargetkan peningkatan nilai KPR Rp 20 miliar tiap bulan di cabang Bandung.
Terakhir namun tak kalah penting, menembus pasar properti yang kian dinamis perlu kecepatan. Artinya, bank harus bersicepat dengan pesaingnya. Dalam hal ini, pesaing Standard Chartered adalah bank dalam negeri yang sudah lebih dulu menduduki kancah bisnis KPR. Sulit dielakkan pula, nasabah punya kebiasaan mengajukan permohonan KPR secara paralel sampai ke 3 bank. Maka, bank yang lebih cepatlah yang akan menjaring lebih banyak nasabah. “Di samping proses cepat, suku bunga juga jadi perhatian Standard Chartered,” tutup Chika serius. (EVA)

Rumus Fredy Lo Pasarkan Produk Esia

Industri telekomunikasi sudah menjadi bagian hidupnya. Adalah Fredy Lo  yang telah menggeluti dunia telekomunikasi sejak tahun 2001. Sekarang, ia menjabat sebagai VP Trade Marketing PT Bakrie Telecom Tbk. Karena sudah berpengalaman 11 tahun , Fredy pun mengaku tidak mengalami kesulitan menangani jabatan baru di perusahaan penyedia layanan telekomunikasi hemat Esia tersebut.
“Saya baru, dari Juli 2012. Saya dari company lain. Begitu masuk langsung jadi VP Trade Marketing di Esia. Ya, tidak ada kesulitan. No problem,” sebut Fredy kepada SWA Online, di Jakarta. Dia mengaku  sebelumnya berkarier di Samsung Electronics Indonesia.

Fredy Lo, VP Trade Marketing PT Bakrie Telecom Tbk
Ia lantas bercerita seperti apa pekerjaan yang digelutinya sekarang. Sekalipun judul jabatannya mengandung kata “marketing”, Fredy berujar, ini adalah hal yang berbeda. “Trade marketing itu beda dengan marketing. Trade itu lebih banyak aplikasi ke level outlet, pedagang. Kalau marketing itu lebih banyak interaksi terhadap sisi konsumen,” jelas dia.
“Tapi experience (di perusahaan) sebelumnya sangat close dengan trade marketing,” lanjutnya.
Lantas apa saja yang menjadi  pekerjaan dari seorang Fredy sebagai VP Trade Marketing? Berikut petikan wawancara SWA Online.
Apa strategi khusus yang dilakukan di awal pekerjaan?
Jadi, salah satu objektif bergabung dengan Esia adalah bagaimana kami mendapatkan suatu rekomendasi dari outlet dan frontliner terhadap produk Esia. Juga bagaimana mereka memberikan keterangan terhadap pelanggan. Jadi, di satu sisi mereka harus tahu range dan fitur produk Esia apa, supaya mereka punya pengetahuan yang cukup untuk menjelaskan ke konsumen.
Lalu, langkah seperti apa yang dilakukan Esia kepada para outlet agar mereka mempunyai cukup pengetahuan tentang produk?
Proses atau strategi yang kami lakukan adalah melakukan edukasi, baik secara langsung maupun secara tidak langsung pada outlet. Secara tidak langsung, yakni kami banyak melakukan edukasi melalui sales person . Mereka yang tiap hari keliling, mengunjungi outlet. Mereka melakukan edukasi tidak langsung.
Yang langsung, contohnya, kami kemarin menghimpun karyawan-karyawan di back office untuk terjun langsung ke ITC Cempaka Mas, terus ke Pasar Koja, Tanjung Priuk. Kami menghimpun sekitar 40 orang. Lalu, terjun langsung dengan membawa sales toolkit untuk kartu perdana yang baru. Kami mengedukasi secara bersama-sama di toko, dan memberikan merchandise supaya toko happy. Dengan ini, toko bisa melihat bahwa Esia sekarang agresif dan aktif untuk menginformasikan produk barunya ke pasar.
Sejak kapan dilakukan kegiatan terjun langsung ke outlet tersebut?
Itu baru minggu lalu. Untuk sekarang ini, memang kami sedang adakan satu minggu dua kali ke pusat penjualan handphone, seperti ITC Cempaka Mas. Terus juga ke pasar-pasar tradisonal, seperti Pasar Koja. Dan ini baru dilakukan di Jakarta. Kami akan copy-paste ke area lain. Itu sedang kami jalankan sekarang.
Apa tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut?
Untuk yang kami sebut dengan employee market attack ini lebih ke maintain dan menjelaskan produk baru ke outlet yang di-maintain. Jadi, bukan menambah outlet baru. Jadi, kami data outlet yang sudah punya kartu perdana baru mana saja, kemudian  datang untuk edukasi ramai-ramai. (EVA)

Indosat Sudah 7 Tahun Menggalang Komunitas

Sejak tujuh tahun lalu Indosat sudah menggunakan komunitas sebagai upaya dalam melayani pelanggan. Apa saja yang digarap? Benny Hutagulung, Division Head Blackberry and Mobile Devices PT Indosat, Tbk mengungkapkannya kepada Gustyanita Pratiwi. Berikut ini wawancaranya:
Komunitas makin hari semakin powerful. Apa pendapat Indosat?
Indosat sejak tujuh tahun lalu sudah melihat komunitas sebagai bagian penting dari perusahaan dalam melayani pelanggan, yaitu melalui adanya program Sahabat IM3 Community, Indosat BlackBerry Community dan Indosat Android Community Komunitas akan menjadi trend ke depannya karena secara kultur ini sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, sehingga ini adalah peluang bagi perusahaan khususnya dalam upaya untuk dekat dengan konsumen.
Bagaimana Indosat melihat hasil survei komunitas yang digelar setiap tahun oleh SWA dan Prasetya Mulya? Apa pendapatnya?
Hasilnya sangat membantu Perusahaan untuk melihat fenomena komunitas-komunitas sehingga menjadi panduan perusahaan untuk melihat trend dan peluang-peluang baru dalam pemasaran.
Temuan kali ini menunjukkan keterlibatan komunitas konsumen dalam melakukan co-creation value bersama-sama dengan produsen makin tinggi. Bagaimana pendapat Anda?
Kami sangat sependapat, karena dalam situasi persaingan dan perkembangan kebutuhan pelanggan yang dinamis, penciptaan value tidak bisa hanya menggunakan alat-alat atau media konvensional. Dengan komunitas, produk atau brand yang dijual akan lebih dekat dan cepat penetrasinya di pasar.
Bagaimana pengalaman Indosat mengembangkan komunitas? Sudah berapa lama berhubungan? Bentuk kemitraan apa saja yang telah dilakukan? Bisakah digambarkan intensitas hubungan dan kadar hubungan yang dibangun?
Indosat sendiri sudah berhubungan dengan Komunitas sejak tujuh tahun lalu, perkembangannya sangat pesat. Dalam mengembangkan komunitas, Indosat menggunakan media offline danonline. Secara offline, Indosat sering mengadakan kegiatan/pertemuan-pertemuan tatap muka dengan komunitas secara rutin atau ketika ada event tertentu, sedangkan secara online, Indosat menggunakan forum berbasis website dan mailing list group (berbasis google group dan yahoogroups).
Apa pendapat Indosat dengan hasil survei ini? Apa sebenarnya pentingnya komunitas dan tujuan produsen mengelola komunitas saat ini?
Survei adalah alat bagi kami untuk melihat trend yang terjadi dan peluang2 yang bisa dimanfaatkan dalam komunitas. Pentingnya Komunitas adalah salah satu alat pemasaran yang penting karena dengan Komunitas, penyampaian pesan “word of mouth” akan mudah terbentuk dan tercapai dengan biaya rendah, sehingga menimbulkan loyalitas terciptanya repeated buyer Komunitas juga sebagai “partner” dalam mengembangkan produk melalui ide-ide atau masukan yang disampaikan. Selain itu, juga membantu perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan (customer servicing), mengingat para anggota komunitas ini memiliki pengetahuan produk yang baik.

Dulux Perkenalkan Warna Cat dalam Balutan Fashion

Memperkenalkan cat lewat balutan fashion, itulah yang dilakukan Dulux. Produsen cat dan pelapis dibawah naungan AkzoNobel ini sejak setahun terakhir aktif menggandeng industri mode.
“Bagi Dulux, industri model merupakan industri yang lekat dengan tren. Ini sangat cocok dengan aksi produsen cat tersebut yang setiap tahun selalu mengeluarkan tren warna,” ujar Mediko Azwar selaku Marketing Director untuk AkzoNobel Decorative Paint Indonesia.
Tahun lalu, Dulux hadir mengisi Indonesia Fashion Week 2012, perhelatan mode terbesar di Indonesia, dengan menampilkan lima desainer untuk merepresentasikan kelima tema trend warna Colour Futures.
Tahun ini, Colour Futures 2013 dengan tema “Connection” kembali hadir di panggung Indonesia Fashion Week 2013 dengan lima tema warna yang dihadirkan oleh tiga desainer , Friederich Herman, Ichwan Thoha dan Stella Rissa, bekerjasama dengan InStyle Indonesia.
“Connections merupakan tema global dari Colour Futures 2013 di seluruh dunia. Komunikasi yang berkembang begitu pesat mampu menghubungkan satu pihak dengan pihak lainnya di belahan dunia yang berbeda dalam sekejap. Kemajuan pesat ini menimbulkan kebutuhan untuk melakukan hubungan antar manusia dengan nyata, tanpa bantuan teknologi, seperti saat dunia masih begitu intim menawarkan persahabatan antar sesama,” paparnya.
Konsep kemudian tertuang dalam lima tema warna utama, yang menjadi mood para desainer mode ini mencipta koleksi. Ke-5 tema tersebut adalah, Collective Passion, Switching-Off, The Art of Understanding, Home Factory dan Visual Solace.
“Warna tak sekedar sebuah simbol dalam produksi cat. Ia dapat menggugah emosi, rasa dan sudut pandang orang yang melihatnya. Hidup pun lebih berarti dengan warna yang menjadi inspirasi sehari-hari,” katanya.
Di dunia Fashion misalnya yang juga tak terlepas dari keindahan warna, Dulux mendukung dan menginspirasi para insan kreatif industri fashion tanah air untuk terus berkreasi dan mewarnai dengan cara berbagi pengetahuan mengenai trend warna yang Dulux luncurkan setiap tahunnya dalam Dulux Colour Futures, lalu menjadikannya sebagai pilihan inspirasi bagi dunia Fashion”, tambah Mediko.
Desainer dan Tema
Dalam Indonesia Fashion Week 2013, Friederich Herman menerjemahkan konsep Collective Passion dan Switching Off dalam desain yang modern dan kekinian. Ia mendapatkan sumber inspirasi dari keindahan yang tersirat atas rumitnya kehidupan modern saat ini.
“Kehidupan saat ini begitu terhimpit oleh singkatnya waktu. Pencapaian yang hakiki sudah dilupakan, tergantikan oleh apa yang dapat diraih dalam minimnya kesempatan,” papar Friederich, desainer muda berpotensi di industri mode Indonesia.
Dinamika kecepatan hidup yang dilesapkan melalui permainan elemen maskulin dan detil motif yang unik ke dalam koleksi. Pola-pola yang berseru lantang tergambar dalam motif elegan dan sensual, menciptakan item-item pencuri perhatian mulai dari blazer, blouse dan rok. Memadukan warna-warna menawan dengan aksen industrial dalam palet warna jet-black pada materi leather. Hasilnya adalah effortless style yang dihasilkan oleh koleksi begitu versatil, dimana maskulinitas dan feminitas berpadu.
Home Factory & Visual Solace by Ichwan Thoha
‘Visual Solace’ bagi Ichwan Thoha adalah seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, sekaligus  tantangan untuk menginterpretasikan sapuan yang lembut bahkan ringkih tersebut. Ia tidak ingin terlena dengan  ambience putih kering, ungu lembut,  kuning kunyit muda juga off white yang welcome.  Namun, ia harus melawannya dengan potongan khas saya yang ultra modern, edgy, constructive juga urban tailored. Seperti sebuah kontradiksi, ‘Kelembutan dikemas dengan ketegasan’ dan lahirlah koleksi ini berjudul ‘Contradictory Vol. 2’.
Dalam ilmu biologi terdapat istilah ‘Fotosintesis’ yaitu kemampuan tumbuhan membuat sendiri sari-sari makanannya.  Itulah  dirasakan Ichwan Thoha setelah melihat sapuan ‘Home Factory’. Bagaimana sebuah bangsa membangun  kekuatan dan kemampuan lokal dalam hal ini industri kreatif  yang dikemas secara internasional. Turban, kopiah dengan detail tassel, tunik, ruffles shirt, celana Jodhpur yang berasal dari Timur Tangah, India juga Indonesia, dipadukan dengan coat, jacket, trench coat dan potongan modern lain. Judul koleksipun melengkapinya, ‘East Meets West’.
The Art of Understanding oleh Stella Rissa
Dalam suasana hati yang menunjukan kebahagiaan dan sisi feminin yang ekstrim , keseluruhan collection kaya akan twisted-detail yang rapi dan tidak berlebihan. Referensi dari gaya hipper-feminin masa lalu , sisi sensual perempuan pun diangkat lebih tinggi dari biasannya.  Keseluruhan koleksi menafaskan perempuan nan utuh, percaya diri dan bersinar karena kecerdasannya . Keanggunan dari dalam diri dan memperhatikan penampilan sebagaimana perempuan dalam strata sosial atas. Stylish tanpa rasa kaku sedikitpun.
Apa saja palet warna yang menjadi inspirasi Stella Risa dalam konsep The Art of Understanding ini? “Vopale pink, sand creeme , dusty purple , and pastel yellow di combinasi dengan warna bold merah bata dan biru tile pekat . Bahan melambai seperti ciffon , cotton silk dan thin raw silk di tegaskan dengan cotton ottoman ,linen , thick raw silk bahkan kulit,” tegas Stella Rissa.
Atasan dengan gaya drop shoulder berdetil swall neckline ,high waisted skirt dengan effect puff-train, dress fitted dengan detail flare pada bagian bawah ,structured jacket dipadukan dengan rok panjang silk organza yang menerawang . Corset dress dengan bentuk rok A line seperti payung dan jump suit dengan celana pallazzo lebar . Koleksi kali ini memberikan napas era 40′s – 50′s dengan kemasan modern. Keseimbangan yang pas selalu menjadi visi dan misi Stella dalam mendandani stellar-woman untuk tampil super elegant. (EVA)

Cara Shell Helix Edukasi Pasar Oli

Banyak cara dilakukan perusahaan untuk mengedukasi pasar. Shell Lubricants misalnya, mengumumkan diluncurkannya kampanye sekaligus tayangan komersial global terbaru bertajuk ‘Shell Helix-Supercars’ di seluruh dunia. Di Jakarta kampanye ini ini diperkenalkan kepada masyarakat dengan menggelar acara Shell Helix City di Atrium Senayan City Jakarta.
Melalui kampanye “Shell Helix – Supercars” ini, Shell Lubricants berharap  para pengendara mobil akan mengetahui bahwa sensasi mengendarai mobil terbaik dapat diperoleh melalui pemilihan pelumas yang tepat. Shell Helix dengan formula Active Cleansing Technology (ACT) mampu membersihkan mesin dengan lebih baik, mencegah kerak dan penggumpalan kotoran, serta menjadikan mesin mobil lebih responsif dengan akselerasi yang lebih mulus.

Hal ini dibuktikan dengan penggunaan Shell Helix sebagai satu-satunya pelumas yang direkomendasikan oleh Scuderia Ferrari, dan digunakan tidak hanya pada mobil-mobil Ferrari Gran Turismo tetapi juga pada mobil Ferrari Formula Satu.

Menurut GM Marketing Shell Lubricants Indonesia, Kuswantoro Pranabudi, Shell Lubricants sangat memahami hubungan emosional dan kecintaan seseorang pada mobilnya. Shell yakin bahwa para pemilik dan pengendara yang mencintai mobilnya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi mobil atau Supercar-nya. Kecintaan ini akan terwujud dalam hubungan emosional yang erat antara pengendara dengan Supercar-nya.
Shell juga akan memberikan edukasi kepada para pemilik kendaraan mengenai pelumas Shell Helix dan teknologi Active Cleansing-nya. Lewat event ini nantinya diharapkan para pengendara akan semakin mengenali bagaimana cara memilih pelumas terbaik.
Beberapa waktu lalu, Shell Helix baru saja meraih penghargaan “Top Brand Award 2013” untuk kategori “4-wheel engine lubricant”. Penghargaan ini diberikan kepada merek-merek terbaik di Indonesia yang memperoleh Top Brand Index minimum sebesar 10% dan berada dalam posisi tiga teratas dalam kategori produknya berdasarkan survei pelanggan.
Lomba Testimoni Shell Helix
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pengendara, khususnya konsumen loyal, Shll Helix menggelar lomba testimoni bertajuk ‘Shell Helix, Pilihan Pengendara Handal’. “Melalui lomba ini kami berharap para ‘Pengendara Handal’ bisa mengungkapkan secera jujur menegnai hubungan emosional penuh rasa cinta terhadap ‘Supercar’-nya,” ujar Kuswantoro.
Pemenang lomba akan diumumkan pada bulan Juni mendatang dan dua orang pemenang akan mendapatkan perjalanan penuh petualangan ke Cape Town – Afrika Selatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan global Shell Helix di bulan November 2013 selama empat hari lima malam. Nantinya para pemenang akan menikmati petualangan sebagai pengendara handal dalam beberapa kegiatan seperti menaklukkan gurun pasir, off road, sekaligus menikmati keindahan kota Cape Town.
Selain itu, panitia juga akan memilih ‘Video Testimoni Favorit, yang akan diseleksi melalui tayangan di YouTube dan seleksi pemenang berdasarkan jumlah kunjungan terbanyak. Informasi lomba ini bisa dikunjungi di www.shell.co.id/pengendarahandal. 

Strategi 360 Derajat Marketing, Andalan Smartphone Lenovo

Setelah beberapa waktu lalu diperkenalkan pada Consumer Electronic Show 2013 di Las Vegas, AS, Lenovo akhirnya membawa lima produk smartphone buatannya ke Indonesia. PT Trikomsel Oke Tbk. selaku distributor resmi vendor China ini mematok target penjualan yang tinggi, yakni 1 juta unit pada 2013.


Angka 1 juta unit itu sama dengan 10% dari total pengguna smartphone di Indonesia. Direktur Trikomsel, Desmond Previn, mengatakan, untuk mencapai target tersebut, Trikomsel akan memakai pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC), atau yang kerap disebut pendekatan 360 derajat marketing.
“Caranya adalah kami tidak hanya menjual device atau hardware-nya saja, tapi kami bundling device dengan aksesori, dengan konten dan koneksi (operatornya), bundling dengan service centre, bundling dengan loyalty program, cicilan,” jelas Desmond.
Lima jajaran lini smartphone yang akan dijual tersebut yakni seri IdeaPhone S, IdeaPhone P dan IdeaPhone A. Ke-5 smartphone Lenovo ini mengusung aneka versi sistem operasi Android buatan Google. Setiap seri dibuat berdasarkan segmen pasar.
Dua buah smartphone dari seri IdeaPhone S, S890 dan S720 dibawa Lenovo untuk para profesional di kawasan perkotaan. Seri ini dilengkapi dengan fitur multimedia dan hiburan. Bagi kalangan profesional, Lenovo menyediakan seri IdeaPhone P yang dilengkapi dengan baterai berkapasitas besar. IdeaPhone P770 dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan dan antivirus khusus.
Sedangkan seri IdeaPhone A yang dibanderol dengan harga miring juga disediakan Lenovo untuk pasar Indonesia. IdeaPhone A800 dan A690 diakui Lenovo cocok bagi kelompok pengguna smartphone pemula.
“Ke-5 produk ini sudah mulai dipasarkan di berbagai lokasi sentra ponsel maupun store OkeShop dan Global Teleshop,” katanya.
Harga Rp 2,8 juta dibanderol untuk IdeaPhone S890, Rp 2,5 juta untuk IdeaPhone S720, Rp 2,6 juta untuk IdeaPhone P770, Rp 1,65 juta dan Rp 1,15 juta masing-masing untuk IdeaPhone A 800 dan A690. (EVA)

Inilah Jurus CrossTaklukan Konsumen

Produsen telepon seluler (ponsel) berpandangan pangsa pasar ponsel di Tanah Air masih besar. Akan tetapi, tetap saja, produsen tidak boleh lengah dalam menangkap peluang pasar. Pelaku industri harus melakukan segala strategi demi memenangkan hati konsumen.
Sebagai salah satu pelaku industri, Cross Mobilephone pun menyelenggarakan program undian Cross Xuper Bonus. Perusahaan mengklaim ini adalah bukti bahwa CROSS sangat memperhatikan keinginan konsumennya.
“Itu luar biasa besar. Pasar ponsel masih besar,” sebut Janto Djojo, Direktur Pemasaran Cross kepada SWA Online, di Jakarta, Selasa (12/2/2013).

Program CROSS Xuper Bonus
Karena masih besarnya pasar ponsel di Tanah Air, Cross Mobilephone pun tidak akan tinggal diam. Ponsel merek lokal ini pun ikut serta sebagai sponsor dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol dan X-Factor Indonesia. Tujuan perusahaan hadir sebagai sponsor adalah untuk memperkuat merek Cross di benak konsumen nasional.
“Kalau ditanya secara insting, Cross sudah mulai kuat dengan adanya Indonesian Idol dan X-Factor,” sambung dia.
Memperkuat merek di kalangan konsumen menjadi hal yang penting bagi Cross. Untuk itu, selain ikut dalam kegiatan-kegiatan, seperti ajang pencarian bakat, ponsel merek lokal ini pun berusaha mempertahankan strategi untuk memasarkan ponsel dengan harga yang terjangkau.
“(Angka) penjualan memang bisa mencerminkan brand itu kuat, tetapi kalau itu diandalkan untuk mengatakan (merek) itu kuat atau nggak, sebenarnya nggak juga. Kadang-kadang kan faktor lain yang membuat (merek) kuat adalah harganya, event-nya,” jelas Janto yang enggan menyebutkan detail angka penjualan ponsel.
Langkah CROSS pun tak hanya sampai memenangkan hati konsumen saja. Perusahaan juga berusaha memperhatikan keinginan konsumen. Caranya? Perusahaan mengadakan Cross Xuper Bonus. Ini adalah program undian berhadiah yang diselenggarakan selama tanggal 27 Oktober lalu hingga 27 Januari 2013. Program ini diklaim berhasil mengumpulkan puluhan ribu kupon undian dari seluruh Indonesia. Penarikan undian pun diselenggarakan pada hari ini.
Janto menuturkan, program undian ini adalah bagian dari dukungan Cross dalam mensponsori acara X-Factor yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta. Tidak tanggung-tanggung, hadiah utama yang disediakan Cross berupa mobil Honda All New CRV. “Cross sekarang ini sudah menjadi pilihan utama konsumen karena memiliki kualitas dan value tinggi,” tandas Janto. (EVA)

Mustika Ratu Perkuat Citra Merek Melalui Penghargaan Sekar Bangsa

Banyak orang mengamini pameo, mempertahankan lebih sulit daripada membangun. Kebenarannya terbukti tak hanya pada manusia, tetapi juga pada suatu merek. Itulah sebabnya pemilik merek Mustika Ratu, PT Mustika Ratu, Tbk., memberikan penghargaan Sekar Bangsa pada 5 perempuan Indonesia.
Penghargaan yang berarti ‘bunga bangsa’ itu tak lepas dari gawean tahunan Mustika Ratu bersama Yayasan Puteri Indonesia (YPI), yaitu Pemilihan Puteri Indonesia. “Penganugerahan Sekar Bangsa 2013 dirangkai dengan proses Pemilihan Puteri Indonesia yang dimulai pada 23 Januari 2013,” kata Dewan Penasihat YPI dan Ketua Umum Kowani, Dewi Motik pada Malam Seni dan Budaya (28/1).
Penghargaan Sekar Bangsa 2013 mengusung tema “Membangun Karakter Bangsa Melalui Integritas dan Karya”. Masih bertautan dengan Pemilihan Puteri Indonesia 2013, tema tersebut dimaksudkan untuk mencerminkan nilai luhur dan panutan (role model) bagi perempuan Indonesia. Lewat pemilihan tema semacam ini, citra Mustika Ratu diperkuat sebagai merek bagi perempuan panutan.
Tema Sekar Bangsa 2013 dipecah menjadi 5 bidang. Bidang kewirausahaan ekonomi dan budaya dimenangi Alia Sidik asal Gorontalo yang aktif dalam lembaga pemberdayaan perempuan dan usaha kecil menengah. Bidang pariwisata budaya dan lingkungan hidup dimenangi Tety Suryati asal Garut, seorang guru muatan lokal Lingkungan Hidup yang mengajarkan pembuatan kompos. Bidang sains teknologi dimenangi Herawati Sudoyo asal Pare-Pare yang mencocokkan sampel DNA seorang pelaku bom bunuh diri dengan DNA keluarga dalam waktu kurang dari 2 minggu. Dua bidang lainnya adalah sosial dan politik serta pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Merek kosmetika lain, Martha Tilaar, juga menempuh pergerakan serupa untuk memperkuat citra merek pada November 2012 silam. Pemilik merek tersebut, PT Martina Berto, Tbk., memberikan Beautypreneurship Award pada 75 perempuan wirausahawan dalam industri kecantikan dan gaya hidup. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka ulang tahun ke-75 Martha Tilaar sendiri. (EVA)

Jurus Unik Commonwealth Life Promosi

Berbagai cara dilakukan perusahaan agar lebih dikenal masyarakat. Cara berpromosi mereka semakin inovatif, unik dan kreatif. Seperti yang dilakukan perusahaan asuransi Commonwealth Life, membuat replika kartu asuransi dari 6000 cup cake.
Replika Kartu Asuransi COMM Instant Protection (Commit) ini bahkan mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai replika dengan hiasan cup cake terbanyak. “Commonwealth Life bukan hanya menyajikan rangkaian produk dan program perlindungan jiwa yang berkualitas, tetapi juga penghargaan lain,” ujar Presiden Direktur Commonwealth Life, Simon Bennet, di Jakarta, Rabu (30/1).
Kampanye ini dilakukan berbarengan dengan acara Agency Kick Off Meeting 2013, untuk mendorong kinerja tenaga agensi. “Kartu asuransi Commit merupakan salah satu produk personal accident dengan kemudahan registrasi, hanya melalui pengiriman pesan singkat dengan harga terjangkau, Rp 10 ribu,” katanya.
Nasabah yang sudah melakukan registrasi mendapatkan perlindungan 24 jam selama 30 hari dengan manfaat senilai Rp 50 juta apabila terjadi risiko meninggat dunia atau manfaat pengobatan maksimal Rp 1,5 juta.
Program ini sekaligus menjadi salah satu cara memperluas sosialisasi kesadaran berasuransi terhadap masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perlindungan asuransi jiwa dengan cara yang mudah. (EVA)

No comments:

Post a Comment