Friday, March 8, 2013

cara bank mendapatkan nasabah



Kartu Co-Branding BNI – Chelsea Terjual 100 Ribu Unit

Target penjualan kartu co-branding BNI-Chelsea telah tercapai, yakni 100 ribu unit. Untuk itu, BNI memberikan apresiasi kepada para nasabahnya, sekaligus tetap berupaya menggenjot penjualan jumlah kartu tersebut melalui acara pertandingan tim BNI Indonesia All Stars melawan Chelsea beberapa bulan mendatang, di Jakarta.
“Kami bersyukur atas sukses bisnis kartu pembayaran BNI-Chelsea yang menunjukkan kinerja luar biasa. Itu juga membuktikan bahwa basis fans Chelsea di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia,” tutur Felia Salim, Wakil Direktur Utama BNI, di Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Menurut catatan BNI, sekarang ini, jumlah kartu debit co-branding BNI-Chelsea telah dibeli oleh 81.000 nasabah. Sedangkan kartu kredit co-branding BNI-Chelsea dibeli oleh 29.000 nasabah. Penjualan jumlah
kartu co-branding disebut suatu kesuksesan karena peluncuran kartu sendiri baru sekitar 6 bulan yang lalu. Dita
mbah lagi, target BNI sebelumnya adalah 25.000 kartu dalam satu tahun.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap raihan tersebut, BNI pun memilih enam pemegang kartu untuk menyaksikan pertandingan antara Chelsea melawan Tottenham Hotspur secara langsung di Stamford Brigde Stadium, London, Inggris, melalui program BNI-Chelsea Payment Card Reward Goes to Stamford Brigde.
Keenam pemegang kartu tersebut dipilih dalam sebuah program undian. Di mana pemegang kartu yang layak mendapatkan kesempatan dalam pengundian hadiah adalah yang paling tinggi frekuensi transaksinya dan tercatat berbelanja pada jumlah yang sesuai dengan persyaratan BNI.  Enam orang  pemenang itu menyisihkan 3.201 pemegang kartu debit co-branding BNI-Chelsea dan 2.607 pemegang kartu kredit co-branding BNI-Chelsea yang berhak mengikuti undian ini.
“Itu semua kami lakukan sebagai bagian dari komitmen BNI dalam membangun bisnis kartu co-branding dengan Chelsea hingga empat tahun kerja sama ke depan,” tambah Dodit Wiweko Probojakti, Pemimpin Divisi Bisnis Kartu BNI.
BNI pun akan mendatangkan Chelsea pada Juli mendatang. Rencananya, tim papan atas di Liga Inggris itu akan bertanding melawan tim BNI Indonesia All Stars pada tanggal 25 Juli. “Ini merupakan persembahan BNI kepada seluruh pecinta sepakbola di tanah air. Kami ingin membagi kebahagiaan dengan seluruh pecinta sepakbola karena Chelsea bersedia mempercepat kedatangannya ke Indonesia dari rencana awal pada tahun 2015 menjadi tahun 2013 ini,” imbuh Felia.
Pemilihan pemain yang bakal berlaga di tim BNI Indonesia All Stars diserahkan para nasabah BNI. Seluruh nasabah BNI dapat mengirimkan nama-nama pemain sepakbola tanah air yang mereka anggap layak sebagai bagian dari tim sepakbola melawan Chelsea. Usul nama pemain dapat disampaikan para nasabah melalui link-link sosial media yang akan disediakan oleh BNI secara khusus untuk membangun tim BNI Indonesia All Stars itu.
Nasabah hanya diharuskan menyampaikan informasi dasar tentang kepemilikan rekeningnya di BNI sebelum menyampaikan usul pemain. Di mana satu nomor rekening hanya dapat digunakan untuk memasukkan satu nama pemain. Jajak pendapat ini akan dimulai pada 8 Maret 2013.
Pertandingan antara tim BNI Indonesia All Stars melawan Chelsea direncanakan akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Jumlah penonton yang akan menjadi saksi pertandingan tersebut diperkirakan mencapai 40.000 orang. Kesempatan ini akan dimanfaatkan oleh BNI untuk mengembangkan bisnisnya, terutama bisnis kartu dan pengembangan jumlah nasabah baru, sehingga sumber penghimpunan dana murah BNI semakin bertumbuh.

Danamon Incar Nasabah Mahasiswa dengan Games Berteknologi Tinggi


Bank Danamon menggelar “Danamon Lebih Goes to Campus”, program roadshow di 10 universitas yang berlangsung selama 20 hari. Mahasiswa diajak menabung melalui simulasi interaktif.

Universitas-universitas yang disambangi Danamon yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Pelita Harapan, Universitas Trisakti dan universitas yang ada di Jabodetabek lainnya.

“Kampanye ini bertujuan untuk memberi pengalaman menabung bagi mahasiswa,,” kata Direktur Consumer Banking Danamon, Michellina Triwardhany, di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), di Depok, Senin (4/2).
Melalui kampanye ini, Danamon memperkenalkan produk tabungannya yakni  ’Danamon LEBIH’. “Tabungan Danamon LEBIH bukan hanya memberikan beragam fitur atau fasilitas yang bisa di gunakan untuk bertransaksi seperti penggunaan kartu debit dapat cash back, gratis transfer melalui internet banking Danamon Online Banking, gratis tarik tunai di seluruh jaringan ATM Bersama/ ALTO, namun tabungan Danamon LEBIH juga memberikan manfaat senilai kurang lebih Rp 1 juta per tahun, sehingga tidak ada lagi hambatan bagi mahasiswa untuk membuka tabungan,” kata Djoemingin Budiono, Head of Marketing, Retail Banking, Danamon.
Mahasiswa dapat mengunjungi bis yang ditempatkan di lokasi strategis pada setiap kampus untuk mendapatkan informasi mengenai tabungan Danamon LEBIH melalui wadah interaktif dan berteknologi tinggi, seperti games simulasi tabungan.
Simulasi menabung ini menggunakan teknologi motion sensor tracking dan fasilitas audio visual yang dilengkapi oleh gambar dan suara tiga dimensi.
Dengan program roadshow ke 10 kampus ini, Danamon berharap adanya tambahan dana pihak ketiga (DPK) dari tabungan. Sebagai catatan, pada akhir 2012 DPK tabungan perseroan mencapai Rp 91,7 triliun.

Upaya Bank Mandiri Wujudkan Keuangan untuk Semua Rakyat


Bank Mandiri berkomitmen membantu pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan, atau keuangan untuk semua masyarakat. Buktinya, hari ini, Selasa (26/2/2013), di Jakarta, bank BUMN tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan di industri keuangan dan perbankan nasional juga internasional dalam acara The International Financial Inclusion Forum (IFIF) 2013.

Bank Mandiri menggelar acara The International Financial Inclusion Forum (IFIF) 2013.
Zulkifli Zaini, Direktur Utama Bank Mandiri, mengatakan, melalui kegiatan ini, Bank Mandiri ingin menggugah kesadaran pemerintah, para pelaku, serta agen perbankan mengenai pentingnya inklusi keuangan di Indonesia, yang bisa berperan mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Tanah Air.
“Jika jumlah unbanked people dapat dikurangi secara signifikan, maka ini dapat mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan yang tercermin dari optimalnya kontribusi perbankan terhadap perekonomian nasional,” jelas Zulkifli.
Bertempat di Hotel Ritz Carlton, IFIF dihadiri sekitar 200 orang, yang terdiri dari pemerintah, legislator, pelaku bisnis, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan. Diharapkan, kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari ini bisa membahas suatu solusi yang nyata dalam mendukung pengembangan inklusi keuangan di Tanah Air. Mengingat masih banyak masyarakat yang belum terjamah oleh layanan perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya.
Berdasarkan data Global Financial Inclusion Index 2012 Bank Dunia, baru ada sekitar 20 persen dari penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun yang menikmati akses jasa keuangan. Angka ini lebih kecil dibandingkan China yang sudah mencapai 64 persen, dan India dengan 35 persen.
Bisa dilihat juga dari jumlah rekening bank per 1.000 penduduk usia dewasa di Indonesia yang hanya mencapai 505 rekening. Sementara, di Malaysia sudah mencapai 2.063 dan di Thailand dengan 1.449. Kondisi yang sama juga terjadi di segmen kredit, di mana rekening kredit per 1.000 penduduk usia dewasa baru mencapai 197 di Indonesia. Di Malaysia tercatat sudah di angka 964, sedangkan di Thailand sebanyak 272.
Karena itu, Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan, akses keuangan di Indonesia harus segera ditingkatkan karena memiliki peranan penting dalam mendorong perekonomian. “Untuk meningkatkan akses keuangan di Indonesia, pemerintah pusat dan lembaga keuangan harus berupaya sedemikian rupa agar akses keuangan menjadi agenda nasional,” tutur Muliaman.
Sementara itu, Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara, berpendapat, kelompok masyarakat ekonomi kelas bawah akan menjadi kelompok masyarakat yang potensial mendapatkan akses jasa layanan keuangan di masa mendatang. Dahlan menyebutkan, “Kemajuan teknologi saat ini juga semakin cepat menjangkau masyarakat kelas bawah.”
Bukan hanya menggelar IFIF, Bank Mandiri juga menunjukkan komitmennya dalam inklusi keuangan dengan penerapan program percontohan branchless banking di Bali melalui anak perusahaannya, Bank Sinar Harapan Bali. Melalui program ini, bank tersebut memberikan jasa perbankan kepada para nasabah yang sebelumnya tidak menggunakan jasa perbankan melalui layanan Sinarsip.
Melalui layanan Sinarsip, bank berhasil mendapatkan sekitar 2.500 nasabah baru hingga akhir 2012. “Kami terus mengembangkan branchless banking di Bank Sinar Harapan Bali karena kami percaya efek ganda yang dihasilkan oleh program ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha dan ekonomi masyarakat lokal,” tandas Zulkifli.

Cara BNI Dukung UMK untuk Tumbuh


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau BNI, berusaha menjadi bank yang membantu pertumbuhan usaha mikro dan kecil (UMK). Lantaran banyak usaha yang belum memadai untuk mendapatkan fasilitas kredit dari institusi perbankan. Untuk itu, bank BUMN ini membantu UMK melalui program kemitraan Corporate Community Responsibility (CCR) BNI.
“Tercatat lebih dari 2.000 debitur Program Kemitraan telah bermigrasi menjadi entrepreneur yang berkembang dengan fasilitas kredit yang lebih baik,” ujar Krishna Suparto, Direktur Business Banking BNI, dalam siaran pers.

BNI
Bank BNI telah membantu sekitar 2.000 mitra usaha melalui pembiayaan program kemitraan CCR BNI. Melalui program itu, BNI berhasil menaikkan status mitra usaha menjadi pelaku usaha yang layak mendapatkan fasilitas kredit yang lebih baik, sehingga dapat memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kenaikan kelas mitra usaha BNI tersebut menandakan adanya peningkatan kapasitas produksi, perbaikan kemampuan penyerapan tenaga kerja, potensi bisnis yang lebih menjanjikan, serta status kelayakan kredit yang membaik.
Krishna menuturkan, BNI memiliki fasilitas yang dapat membantu  pertumbuhan UMK, diantaranya produk yang telah dicanangkan oleh pemerintah, yaitu KUR. Kredit ini diperuntukkan bagi pelaku UMK yang feasible, namun belum bankable.  Peran serta BNI dalam KUR telah menyalurkan Rp 1,1 triliun untuk mengembangkan bisnis UMKM menjadi lebih berkembang dan maju.
Selain itu, bank BUMN ini juga turut andil dalam kegiatan Pesta Wirausaha 2013 yang digelar selama akhir pekan kemarin. Disebutkan dia, melalui Pesta Wirausaha 2013, yang dikelola oleh Komunitas Tangan Diatas, BNI berharap dapat menumbuhkan dan mengembangkan jiwa wirausaha di masyarakat, yang nantinya diharapkan dapat mengembangkan perekonomian Indonesia.
BNI berpandangan, setiap kelompok masyarakat di berbagai bidang kehidupan bisa membangun dan mengembangkan kewirausahaan secara kreatif. Bukan hanya di sektor bisnis, namun juga di bidang pendidikan, seni, dan budaya. “BNI telah menjalin kerjasama dengan Komunitas Tangan Diatas sejak 3 tahun yang lalu. Salah satu kerjasamanya dalam bentuk kartu Co-Branding khusus anggota Tangan Diatas. Ke depannya kami juga memberikan benefit-benefit lainnya terutama anggota Tangan Diatas yang telah menjadi nasabah maupun debitur BNI. Partisipasi BNI pada event tahun ini diharapkan dapat lebih mempererat ikatan para wirausahawan dengan membangun value chain sesuai dengan kebutuhan bisnis,” pungkas Krishna. (EVA)

Bidik Nasabah Kaya Citibank, Mandiri Investasi Andalkan 2 Produk Reksa Dana


Sebagai bagian dari strategi pemasarannya, Mandiri Investasi kini tengah membidik nasabah-nasabah kaya di Citibank. Alat yang digunakan untuk membidik adalah dua produk reksa dana, yakni Reksa Dana Mandiri Investa Equity Movement (MIEM) dan Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang (MIPU).

MIEM yang diterbitkan oleh Mandiri Investasi pada awal Oktober 2012 adalah reksa dana saham strategis, investasinya yang menggabungkan value dan momentum. Artinya, reksa dana ini melihat saham mana yang sedang murah dan trennya naik (momentumnya positif).
MIEM cocok untuk nasabah yang lebih agresif dalam berinvestasi. “Kami melihat IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) tahun ini bisa menyentuh 5000, jadi berinvestasi di reksa dana saham sangat menjanjikan, returnnya bisa lebih dari kinerja IHSG yang tahun lalu returnnya di atas 14%,” ujar Direktur Utama Mandiri Investama, Muhammad  Hanif di Jakarta, Rabu (6/2).
Sedangkan MIPU adalah reksa dana pasar uang yang merupakan investasi jangka pendek, dimana portofolionya terdiri dari instrumen pasar uang dan efek bersifat utang pilihan yang memberikan potensi keuntungan maksimal.
MIPU cocok untuk nasabah yang konservatif. Sebagai informasi, pada periode Desember 2012 lalu, produk reksa dana MIPU masih memimpin pangsa pasar hingga 38,6%. “Produk ini juga merupakan produk andalan yang rata-rata return-nya 4%-5%,” katanya.
Dari dua produk reksa dana tersebut, setidaknya Mandiri Investasi menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 1 triliun. “Pertumbuhan pasar reksa dana dalam 6 tahun ini menunjukkan perkembangan yang baik. Reksa dana yang kami kelola semakin besar. Melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terbilang tinggi di Asia, kami optimis hal tersebut akan diikuti pertumbuhan nasabah,” tambah Hanif.
Sementara itu, Director of Retail Investment and Consumer Treasury Head, Citibank Indonesia, Harsya Prasetyo, mengatakan, Mandiri Investasi merupakan manager investasi yang kuat dengan aset mencapai Rp 19,82 triliun. Bank skala internasional ini berharap posisi Mandiri Investasi bisa menguntungkan nasabah Citibank, khususnya Citigold. “Kami berharap dengan kerjasama ini nasabah kami jadi memiliki akses untuk financial growth mereka,” kata Harsya.
Citibank yang sejak 2010 telah menjadi bank kustodian untuk produk keuangan Mandiri Investasi, akan berperan sebagai agen penjual MIEM dan MIPU. Sementara itu, Mandiri Investasi bertindak sebagai fund manager. (EVA)

Upaya Bank BTN untuk Tetap Menjadi Jawara KPR

Tahun ini untuk ketiga kali Bank BTN menyelenggarakan BTN Property Expo. Dibanding tahun sebelumnya, pameran yang digelar di JCC Hall B, Jakarta sekaligus untuk memperingati HUT BTN yang ke 63 tahun  dan merupakan ajang pameran terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan menggunakan Hall A dan B, dari pameran yang digelar 2-10 Febuari 2013 menargetkan transaksi sekitar Rp 1 triliun, sedangkan tahun lalu, nilai transaksinya sekitar Rp 500 miliar.

Maryono, Dirut BTN
Menurut Maryono, Direktur Utama Bank BTN, dengan tema `Pesta KPR BTN Menuju Keluarga Sejahtera’ dalam pemeran yang diikuti sekitar 218 developer  menyajikan lebih dari 400 proyek perumahan, dari rumah subsidi, menengah maupun mewah dengan harga mulai Rp 65 juta hingga miliaran rupiah, dan didominasi oleh proyek-proyek perumahan  yang tersebar di Jabodetabak. “Ini sebagai wujud komitmen dan konsistensi Bank BTN dalam melakukan pembiayaan perumahan. Berbeda dengan pameran perumahan lainnya, pameran ini hanya diikuti oleh satu bank dan banyak developer, tetapi pameran lainnya biasanya diikuti oleh banyak bank dan banyak developer,” kata Maryono.
Melalui pameran ini, tambah Maryono masyarakat akan banyak mendapat fasilitas dan kemudahan untuk mengajukan KPR dan KPA selama pameran berlangsung. Berbagai kegiatan promosi juga dilakukan dari promo seperti memberikan jangka waktu kredit hingga 25 tahun, suku bunga 7,49% fix selama 2 tahun pertama, uang muka 10% untuk rumah dengan luas bangunan kurang dari 70 meter persegi, bebas biaya administrasi, diskon provisi 50% dan diskon biaya asuransi 40%. Selain itu Bank BTN juga memberikan one day service dalam pelayanan KPR.
Sebagai komandan baru  Bank BTN yang diangkat 28 Desember lalu, Maryono berpendapat bahwa kebutuhan rumah di Indonesia rata-rata sekitar 800 ribu unit, tapi yang bisa direalisasi baru sekitar 400 ribu unit. Hal ini sebagai indikasi bahwa potensi market perumahan besar dan masih bisa terserap oleh masyarakat yang membutuhkan rumah. Bahkan secara kumulatif sejak tahun 1974 Bank BTN telah memberikan KPR lebih dari 3,1 juta orang di seluruh Indonesia. “Kami sebagai market leader di bidang KPR dengan menguasai market share KPR sekitar 25%, sedangkan untuk KPR subsidi market share BTN hingga 98%,” kata Maryono.
Diakui Maryono, hingga saat ini portofolio Bank BTN 86% di perumahan, sedangkan sisanya 14% untuk non perumahan. Bila tahun lalu komposisi KPR subsidi (45%) dan KPR non subsidi (55%), tapi tahun ini KPR subsidinya akan ditingkatkan komposisinya menjadi 60%-65%, sedangkan sisanya untuk KPN non subsidi (35%-40%).
Setyo Maharso, Ketua Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI), menambahkan sangat wajar bila pameran kali ini nilai transaksi yang ditargetkan sekitar Rp 1 triliun. Karena untuk Sabtu dan Minggu bisa terjadi transaksi sekitar Rp 200 miliar/hari, sedangkan hari biasa (Senin-Jum’at) bila ditotal nilai transaksinya akan mencapai Rp 200 miliar. Apalagi saat ini produk yang diminati umumnya berkisar dari Rp 200 juta-600 juta.
Berbagai upaya dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas proses dan infrastruktur antar lain dengan peningkatan layanan kredit dengan pola 1-5-1 (1 hari persetujuan kredit, akad kredit paling lambat 5 hari dan 1 hari transfer dana hasil realisasi kredit) dan implementasi iLoan untuk mempercepat proses kredit. Dalam 3 tahun terakhir Bank BTN telah menambah lebih dari 400 kantor layanan, hingga akhir tahun lalu Bank BTN memiliki 3.678 kantor layanan, termasuk 2.922 outlet Kantor Pos.

No comments:

Post a Comment