10 Perintah Media Sosial untuk Merek
Marketing.co.id – Sekilas media sosial mungkin tampak seperti exchanges, di mana media sosial dapat memiliki dampak nyata pada bisnis. Pengaruhnya pun bisa saja jauh melampaui sebuah postingan sederhana atau me-retweet.
Sifatnya yang anonim sering kali
menyebabkan perusahaan lengah. Untuk itu penting diperhatikan: mengelola
kehadiran merek di media sosial merupakan tindakan menyeimbangkan yang
rumit.
Kuncinya adalah menjaga hal-hal yang sopan, profesional, dan terus-menerus mengakui suara audiens Anda, sambil menambahkan value atau pemahaman kepada pertukaran pelanggan.
Berikut 10 aturan sederhana agar merek lebih terhubung dengan para penggemar dan memaksimalkan value dari kehadiran online mereka:
- Harus sabar dan penuh perhatian
Jarang sakali bisnis mengalami terobosan
atau pertumbuhan audiens yang meroket secara instan di media sosial.
Daripada mencari pengikut atau pelanggan sebanyak-banyaknya di media
sosial, lebih baik bisnis secara konsisten melibatkan audiens. Caranya
dengan menciptakan konten yang membahas masalah penting atau berbicara tentang kebutuhan konsumen.
Seiring berjalannya waktu, dialog dua
arah yang konstan dengan para pengguna dapat membantu bisnis membangun
pengikut setia, terlibat, dan pengaruh yang mungkin jauh melampaui
harapan Anda.
Ketika Anda melakukan itu mungkin tidak kelihatan ‘seksi’ atau langsung memuaskan seperti mem-posting viral video atau infografik. Namun itu akan membantu Anda membangun kepercayan, empati, dan yang paling penting hubungan – mata uang dari ranah sosial modern.
- Jangan acuh tak acuh terhadap suara pelanggan
Ketika terlibat dalam media sosial, Anda
sudah berkomitmen untuk memainkan peran dalam percakapan dengan
pelanggan. Hal ini memerlukan konsistensi, karena harus mengakui
pendapat dari pihak lain, dan merangkul bagian yang baik maupun yang
buruk, termasuk umpan balik yang keras atau kritik.
Alih-alih mencari cara lain, seseorang mem-posting sesuatu yang tidak menarik. Untuk itu, luangkan waktu sejenak untuk menilai umpan balik secara objektif.
Kritik yang membangun bukan hanya
menyajikan peluang untuk meningkatkan upaya dalam melayani pengguna
akhir, tetapi juga menyajikan kesempatan untuk terlibat dalam human exchanges. Jangan ragu-ragu minta maaf untuk meredakan situasi tersebut.
Dengan kata lain, tujuannya adalah untuk
membuat sebuah percakapan, dan mengoptimalkan dukungan layanan pelanggan
yang diberikan kepada audiens. Terkadang, hanya dengan mengambil
beberapa saat untuk memahami orang lain, atau menjawab pertanyaan secara
langsung dapat menjembatani kesenjangan antara Anda dan pelanggan.
- Jujurlah pada dirimu sendiri
Mungkin Anda telah menghabiskan banyak waktu dalam menyusun misi merek dan value di seluruh web, materi pemasaran, dan usaha periklanan. Sekarang ini bukan saatnya lagi meninggalkan kesan positif atau meninggalkan profesionalisme atau kepatutan atas nama popularitas.
Mengingat sifat media yang lebih personal, pertukaran media sosial tentu harus lebih human. Namun semua harus menghargai pelanggan, kebutuhan penonton, dan kesan positif yang susah payah Anda bangun.
Ini bukan hanya tentang menghargai waktu para pengikut. Namun juga harus konsisten dengan branding dan pesan yang ada di semua platform Anda. Dengan begitu, para penggemar dan pengikut akan mengenal siapa Anda dan nilai bisnis Anda.
- Pikirkan baik-baik sebelum mem-posting.
Rahasia yang Anda perlu tahu: Setiap posting atau update status harus memberikan nilai tambah bagi audiens, terlepas apakah value yang datang berupa pencerahan, hiburan, atau sebuah pertukaran menggembirakan.
Oleh karena itu, buatlah share yang unik. Misalnya, retweeting tulisan dari catatan merupakan cara terbaik untuk berbagi informasi, tetapi menambahkan pendapat Anda sendiri atau link jauh lebih baik dan menghemat waktu.
Hargai waktu audiens Anda dan pikirkan cara membuat posting yang menarik sekaligus bernilai sebelum berbagi.
Pertanyaan kunci yang perlu Anda tanyakan kepada diri sendiri sebelum mem-posting: Apa manfaatnya bagi mereka?
- Bicaralah dengan singkat dan jelas
Ingatlah, di media sosial Anda harus
membagikan sesuatu dengan ringkas untuk menarik perhatian seseorang.
Oleh karena itu, pastikan posting Anda memiliki dampak langsung
dan menggunakan bahasa yang ringkas, link, referensi ataupun (lebih
bagus lagi) aset visual, seperti foto, video dan infografi. Ini sangat
cepat dalam menyampaikan informasi penting dalam sekejap.
Marketing.co.id – Tren media sosial telah menarik massa dari seluruh dunia, dan tidak ada tren yang memiliki pengaruh luar biasa seperti media sosial.
Berbeda dengan jaman dulu, kini banyak
orang yang terhubung ke internet dengan tujuan untuk mengunjungi media
sosial. Mereka ingin berhubungan dan chatting, berbagi peristiwa hidup, atau sekadar diskusi untuk bertukar pikiran dengan teman-teman.
Berikut lanjutan dari 10 aturan sederhana agar merek lebih terhubung dengan para penggemar dan memaksimalkan value dari kehadiran online mereka:
6. Jangan memonopoli percakapan.
Di media sosial Anda perlu mendengarkan sebelum berbicara, karena dinamika percakapan dan aturan perilaku online bisa berbeda tergantung pada konteks dan pihak yang hadir. Dedikasikan sebagian waktu Anda untuk secara proaktif melibatkan audiens, kemudian membagi sisa waktu antara konten dan mempromosikan merek Anda.
7. Berbuat baik lah.
Pikirkan media sosial sebagai megaphone
atau pengeras suara terbesar di dunia. Mengapa demikian? Karena hal itu
dapat membuat suara online Anda lebih nyaring, lebih jauh, dan lebih
cepat daripada sebelumnya.
Media sosial selalu penuh atraksi dan
ramai. Ambilah manfaat dari kesempatan yang ada untuk mendorong hal
positif. Materi yang Anda terbitkan secara online tidak boleh terlalu
bersifat promosi.
Buatlah konten yang bermanfaat. Hal ini
akan membantu pemirsa menghemat waktu atau uang, meningkatkan
pembelajaran dan kesadaran, atau menawarkan opini penting dan wawasan.
Misalnya, menawarkan tentang perkembangan
tren untuk membantu para penggemar dan para pengikut membuat hubungan
yang berharga. Anda perlu secara konsisten mencari cara untuk membantu,
mendampingi dan meningkatkan kualitas audiens Anda.
8. Haruslah murni bisnis.
Meskipun kita bisa menampilkan
kepribadian dalam komunikasi di media sosial, namun bisnis dan
kesenangan jarang sekali bisa berjalan berdampingan dengan baik. Itu
sebabnya akun pribadi dan korporat sebaiknya dibuat terpisah.
Ingat: pengguna mengikuti akun bisnis
karena mereka ingin mengetahui merek tersebut, dan mengharapkan konten
yang sesuai dengan citra inti dan tetap fokus. Postingan apapun di luar
wilayah ini mungkin akan membuat bingung, dan berpotensi merusak citra
merek Anda.
Komunikasi secara universal seharusnya bersikap sopan, profesional dan on-topic.
Dengan demikian kita dapat meminimalkan risiko terjadi salah paham atau
kontroversi. Jaga nada dan suara dengan penuh hormat – menghindari
munculnya keluhan, komentar negatif dan menusuk di kompetisi dengan
segala cara.
9. Menghormati hashtag
Hashtag Twitter merupakan
kendaraan yang bagus untuk menyoroti topik yang relevan, menyedot
perhatian audiens, dan mendorong keterlibatan penggemar. Namun, mereka
juga bisa berbahaya bila digunakan secara tidak benar, yaitu terlalu
sering atau dalam konteks yang tidak pantas.
Sering kali, merek menggunakan hashtag secara berlebihan atau menempatkannya dalam posting
yang tidak berhubungan demi mendorong visibilitas. Masalahnya hal ini
dapat membuat pemirsa merasa tertipu, terutama jika mereka tidak
menambahkan hashtag konteks yang relevan untuk percakapan atau berpotensi mengalienasi para pembaca.
Hal ini dapat menyebabkan reaksi negatif
terhadap suara online Anda dan akhirnya bisnis Anda. Hasilnya, tidak
saja akan menghambat perolehan penggemar, tetapi juga berpotensi
mencoreng citra merek Anda.
10. Janganlah berbohong.
Dengan alasan untuk menggoda atau memperindah, melakukan penggelembungan kebenaran secara online bisa menjadi bumerang atau bahkan berpotensi menyebabkan tuntutan hukum.
Karenanya, bersikaplah jujur dengan
audiens Anda. Jika para penggemar dan para pengikut memiliki pertanyaan
mengenai skenario yang berkembang – misalnya, krisis PR potensial –
kadang-kadang, jawaban terbaik adalah dengan mengatakan kita belum tahu.
“Maaf, tapi kami tidak tahu. Namun, yakinlah kami sedang bekerja pada
itu, dan akan membiarkan Anda tahu sesegera mungkin.”
Kepercayaan adalah dasar dari setiap
hubungan, dan kehilangan kepercayaan dapat memiliki dampak nyata pada
merek dan persepsi pelanggan Anda.
Seperti kata Benjamin Franklin, “once pointed out, it takes many exchanges to build a positive reputation, but only one mistake to undo it.”
Sumber: www.mashable.com
No comments:
Post a Comment